Total Tayangan Halaman

Kamis, 26 Januari 2012

Innovation Learning

ASPEK DARI INNOVATION LEARNING

Pendahuluan

Inovasi dalam belajar sangat diperlukan, karena manusia sebagai obyek dari pembelajaran tersebut tidak bersifat statis. Sehingga perlu adanya sedikit kreatifitas untuk menurunkan kadar kejenuhan yang dialami. Inovasi yang baik, harus dapat menghasilkan sebuah gaya baru dan metode baru yang memancarkan kemilauan pemikiran untuk sebuah produk ekslusif.

Lalu timbul sebuah pertanyaan, bagaimana belajar yang penuh inovasi ? Ternyata untuk menciptakan belajar yang penuh inovasi tidak semudah seperti membalik telapak tangan. Perlu ada usaha dan keinginan yang kuat untuk melakukan hal tersebut, serta perlu dukungan suasana yang kondusif dari lingkungan sekitarnya.

Didalam tulisan ini penulis mencoba memberikan sumbangsih pemikiran, tentang bagaimana belajar yang inovatif itu (innovatian Learning).

Innovation Learning

Yang dimaksud dengan innovation learning (belajar dengan Inovasi) adalah bagaimana membuat suatu learning (Proses belajar) itu penuh dengan inovasi baru dan penuh dengan makna (many value).

Learning didalam bahasa Indonesia dapat diartikan belajar atau mendidik. Didalam kalimat learning ini mengandung makna memberitahu, mengarahkan dan membentuk dari sesuatu yang sedikit makna (less value) menjadi penuh makna (many value). Berarti didalam learning ini terjadi proses transformasi yang begitu hebat sehingga menghasilkan manusia-manusia yang handal dan berakhlak.

Setidaknya ada 3 (tiga) aspek untuk menjadikan suatu learning menjadi innovation learning, yaitu :

  1. Improvement (pertumbuhan)
  2. Development (pengembangan)
  3. Empowerment (pemberdayaan)


Improvement (Pertumbuhan)

Kata kunci dari aspek ini adalah kedewasaan. Suatu pendidikan / pembelajaran yang penuh inovasi harus mampu menghasilkan manusia-manusia yang mempunyai kedewasaan dalam berfikir dan emosional. Lalu timbul pertanyaan bagaimana menimbulkan kedewasaan ini ?. Kedewasaan akan timbul jika ada suri teladan yang positif dari para pendidik untuk peserta didiknya. Kelihatannya mudah secara teoritis tetapi akan terasa cukup sulit secara praktis jika tidak didorong dari itikad baik untuk melakukannya. Pertumbuhan (improvement) tidak hanya melihat dari satu sisi manusianya saja, akan tetapi sistem pendidikan yang diterapkan juga sangat menentukan proses ini. Sistem pendidikan yang hanya mengobral janji tanpa memberikan kualitas akan punah di telan gelombang perubahan dari era globalisasi dan teknologi. Evaluasi dan design ulang harus dilakukan jika ingin tetap eksis dan tumbuh.

Development (Pengembangan)

Aspek development mempunyai arti seseorang menjadi sukses lewat pendidikan / belajar yang didapatnya dari sebuah lembaga pendidikan atau proses belajar mengajar dan kemudian membagi kesuksesannnya untuk orang lain, sehingga terjadi proses duplikasi. Aspek ini sangat menjadi perhatian masyarakat, karena dengan hal ini masyarakat akan mampu memberikan penilaian yang objektif terhadap kualitas pendidikan atua kualitas dari proses belajar mengajar yang selama ini berjalan.

Empowerment (Pemberdayaan)

Aspek ini mempunyai titik tekan pada pengembangan potensi diri. Proses innovation learning harus mampu memancing potensi-potensi positif pada seseorang untuk menjadi suatu keahlian yang nantinya harus diduplikasikan kembali kepada orang lain. Innovation Learning mengajarkan bagaimana untuk senantiasa mandiri dan kreatif didalam mengambil peluang-peluang yang ada, serta dapat menciptakan juara sejati. Seorang juara sejati dapat bangkit kembali disaat ia jatuh.

Kesimpulan

Ketiga aspek diatas jika dilakukan secara sinergi dan berkelanjutan maka hasil yang diharapkan pun akan tercapai. Tentunya hal tersebut perlu suatu itikad baik yang kuat serta dukungan yang baik dari semua pihak dan lingkungan sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Selatan Jakarta, Ciputat dan sekitarnya, Indonesia
Funs, and .....tergantung anda melihatnya