oleh : Heri Purnomo
2. Membangun hubungan antara aktivitas-aktivitasnya. Memutuskan aktivitas yang harus dilakukan lebih dahulu dan aktivitas yang harus mengikuti aktivitas lain
3. Menggambarkan jaringan yang menghubungkan keseluruhan aktivitas
4. Menetapkan perkiraan waktu dan atau biaya untuk setiap aktivitas
5. Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan yang disebut dengan Jalur Kritis
6. Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek
PERT dan CPM sangat penting karena mereka membantu menjawab pertanyaan berikut mengenai proyek-proyek dengan ribuan aktivitas, diantaranya :
1. Kapan keseluruhan proyek akan selesai?
2. Apa sajakah aktivitas atau tugas penting pada proyek – yaitu aktivitas-aktivitas yang bila terlambat akan membuat keseluruhan proyek tertunda ?
3. Aktivitas apakah yang nonkritis – yakni aktivitas yang dapat berjalan lambat tanpa membuat tertundanya penyelesaian keseluruhan proyek ?
4. Berapa besar probabilitas proyek dapat selesai pada tanggal tertentu ?
5. Pada tanggal tertentu, apakah proyek masih tetap dalam jadwal, lebih lambat dari jadwal atau lebih cepat dari jadwal ?
6. Pada tanggal tertentu, apakah uang yang dibelanjakan sama, lebih sedikit, tau lebih besar dibandingkan uang yang dianggarkan ?
7. Apakah cukup sumber daya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu ?
8. Jika proyek ingin diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat, pakah jalan terbaik untuk mencapai sasaran ini dengan biaya seminimal mungkin ?
PERT (Program Evaluation and Review Technique) dan CPM (Critical Path Methode) dikembangkan di tahun 1950-an untuk membantu para manajer melakukan penjadwalan, pemantauan serta pengendalian proyek-proyek besar dan kompleks. CPM muncul terlebih dahulu di tahun 1957 sebagai perangkat yang dikembangkan oleh J.E. Kelly dari Remington Rand dan M.R. Walker dari dupont untuk membantu pembangunan dan pemeliharaan pabrik kimia di dupont. Secara terpisah, PERT dikembangkan ditahun 1958 oleh Booz, Allen dan Hamilton untuk angkatan laut Amerika Serikat.
PERT dan CPM mengikuti enam langkah dasar berikut :
1. Menetapkan proyek dan menyiapkan struktur penguraian kerja2. Membangun hubungan antara aktivitas-aktivitasnya. Memutuskan aktivitas yang harus dilakukan lebih dahulu dan aktivitas yang harus mengikuti aktivitas lain
3. Menggambarkan jaringan yang menghubungkan keseluruhan aktivitas
4. Menetapkan perkiraan waktu dan atau biaya untuk setiap aktivitas
5. Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan yang disebut dengan Jalur Kritis
6. Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek
PERT dan CPM sangat penting karena mereka membantu menjawab pertanyaan berikut mengenai proyek-proyek dengan ribuan aktivitas, diantaranya :
1. Kapan keseluruhan proyek akan selesai?
2. Apa sajakah aktivitas atau tugas penting pada proyek – yaitu aktivitas-aktivitas yang bila terlambat akan membuat keseluruhan proyek tertunda ?
3. Aktivitas apakah yang nonkritis – yakni aktivitas yang dapat berjalan lambat tanpa membuat tertundanya penyelesaian keseluruhan proyek ?
4. Berapa besar probabilitas proyek dapat selesai pada tanggal tertentu ?
5. Pada tanggal tertentu, apakah proyek masih tetap dalam jadwal, lebih lambat dari jadwal atau lebih cepat dari jadwal ?
6. Pada tanggal tertentu, apakah uang yang dibelanjakan sama, lebih sedikit, tau lebih besar dibandingkan uang yang dianggarkan ?
7. Apakah cukup sumber daya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu ?
8. Jika proyek ingin diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat, pakah jalan terbaik untuk mencapai sasaran ini dengan biaya seminimal mungkin ?
Langkah pertama dalam jaringan PERT atau CPM adalah membagi keseluruhan proyek menjadi aktivitas-aktivitas yang signifikan, sesuai dengan struktur penguraian kerja. Ada 2(dua) pendekatan untuk menggambar jaringan proyek yaitu Aktivitas pada titik (Activity On Node- AON) dan aktivitas pada panah (Activity On Arrow – AOA). Berdasarkan kesepakatan, untuk AON, titik menunjukkan aktivitas, sedangkan pada AOA, panah menunjukkan aktivitas. Aktivitas memerlukan waktu dan sumber daya. Perbedaan mendasar antara AON dan AOA adalah titik pada diagram AON mewakili aktivitas. Pada jaringan AOA, titik mewakili waktu mulai dan selesainya suatu aktivitas yang disebut kejadian. Hal ini berarti titik pada AOA tidak menghabiskan waktu maupun sumber daya.
Perbandingan Pemakaian Jaringan AON dan AOA
| A datang sebelum B yang datang sebelum C |
| A dan B harus selesai sebelum C dapat dimulai |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar